Banyak wisatawan datang ke Pangandaran untuk sekadar berenang, namun bagi sebagian warga lokal dan pemerhati kesehatan di STIKES Pangandaran, air laut tersebut dianggap memiliki khasiat ajaib dalam menyembuhkan berbagai penyakit kulit kronis seperti eksim, psoriasis, hingga jerawat punggung. Secara ilmiah, fenomena ini dapat dijelaskan melalui tingginya kandungan mineral seperti natrium, magnesium, dan sulfat yang berfungsi sebagai antiseptik alami. Tekanan osmosis air laut saat kita berendam membantu menarik cairan dari luka atau peradangan, sehingga mempercepat proses pengeringan dan regenerasi jaringan kulit tanpa perlu penggunaan salep kortikosteroid dalam jangka panjang yang berisiko menipiskan kulit.
Khasiat ajaib ini tidak hanya berasal dari mineralnya, tetapi juga dari efek relaksasi psikologis yang dihasilkan saat berinteraksi dengan alam laut. STIKES Pangandaran melakukan observasi bahwa pasien yang rutin melakukan terapi berendam di laut pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi hari saat polutan masih minim, menunjukkan penurunan tingkat peradangan kulit yang signifikan. Garam laut alami bertindak sebagai eksfoliator yang mengangkat sel kulit mati secara lembut, sekaligus memberikan nutrisi mikro yang dibutuhkan oleh lapisan dermis. Hal ini sering disebut sebagai “Thalassotherapy” alami yang sudah lama dikenal di Eropa, namun sering kali diabaikan oleh masyarakat kita sendiri padahal kita adalah negara maritim.
Namun, di balik efek ajaib tersebut, ada protokol yang harus diperhatikan agar terapi air laut ini tidak justru memperburuk kondisi kulit. Penderita penyakit kulit disarankan untuk segera membilas tubuh dengan air tawar setelah berendam agar sisa garam tidak menyebabkan kulit terlalu kering dan iritasi. Selain itu, kebersihan pantai juga menjadi variabel penting; hanya air laut yang bersih dan bebas limbah industri yang dapat memberikan manfaat medis. Riset di STIKES Pangandaran bertujuan untuk menetapkan standar aman bagi wisata kesehatan ini, sehingga Pangandaran tidak hanya dikenal sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai pusat rehabilitasi penyakit kulit berbasis sumber daya kelautan yang terpercaya. Pemanfaatan potensi air laut yang dianggap ajaib ini bisa menjadi alternatif pengobatan yang ekonomis bagi masyarakat yang frustrasi dengan biaya pengobatan dokter spesialis kulit.
