Hasil Riset Ketahanan Pangan Pesisir Mahasiswa Di Pangandaran

Ketahanan Pangan masyarakat pesisir Pangandaran menjadi fokus utama riset lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Stikes dalam upaya mengantisipasi dampak perubahan iklim global terhadap ketersediaan nutrisi warga pantai. Penelitian ini mengevaluasi sejauh mana ketergantungan warga pada hasil laut serta pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk budidaya bahan pangan lokal yang tahan terhadap kadar garam tinggi. Hasil riset menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi pangan lokal pesisir dapat menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga kecukupan gizi keluarga saat musim pancaroba dan cuaca laut ekstrem melanda kawasan tersebut.

Kajian mendalam mengenai Ketahanan Pangan pesisir ini mengidentifikasi berbagai jenis tanaman pangan hidroponik dan tanaman lokal tahan salinitas yang berpotensi dikembangkan secara masif di pemukiman nelayan Pangandaran. Mahasiswa menemukan bahwa kombinasi pengolahan hasil perikanan menjadi produk pangan awetan bernutrisi tinggi serta pembudidayaan sayuran metode vertikultur mampu menjaga stabilitas asupan gizi anak-anak pesisir sepanjang tahun. Langkah inovatif ini meminimalisir risiko munculnya kasus gizi buruk pada musim paceklik melaut saat para nelayan tidak dapat menangkap ikan di laut akibat gelombang tinggi.

Selain memetakan potensi bahan pangan lokal, mahasiswa peneliti juga memberikan pembinaan langsung kepada kelompok perempuan nelayan dalam mengolah produk pangan sehat berbasis bahan baku lokal. Pelatihan pembuatan tepung ikan kaya protein dan pengolahan rumput laut menjadi makanan bergizi tinggi menjadi bagian dari intervensi riset aksi yang diterapkan mahasiswa. Hasilnya, kesadaran warga dalam menyusun menu gizi seimbang untuk keluarga meningkat secara signifikan, yang berdampak langsung pada peningkatan ketahanan fisik anak-anak sekolah dari ancaman penyakit kekurangan gizi.

Data dan temuan hasil riset ini diserahkan kepada pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran sebagai rekomendasi berharga dalam merumuskan kebijakan ketahanan gizi masyarakat kawasan pesisir. Pemerintah setempat menyambut baik masukan riset berbasis bukti ini dan berkomitmen memberikan dukungan fasilitas modal serta pelatihan lanjutan bagi warga pantai. Sinergi antara dunia akademis dan pemerintah daerah ini diharapkan dapat menciptakan model desa mandiri pangan pesisir yang tangguh menghadapi fluktuasi iklim dan ancaman krisis ekonomi.

Secara keseluruhan, riset mahasiswa mengenai Ketahanan Pangan di Pangandaran berhasil membuktikan bahwa pemberdayaan potensi lokal merupakan kunci utama terciptanya masyarakat pesisir yang sehat dan mandiri secara gizi. Edukasi yang berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi tepat guna pertanian pesisir terus digalakkan agar manfaat riset dapat dirasakan secara jangka panjang oleh seluruh warga. Ke depan, hasil riset ini akan direplikasi pada kawasan pesisir lainnya yang memiliki karakteristik lingkungan serupa guna memperkuat ketahanan pangan nasional secara merata.